Seorang anak jalanan meminta-minta di pinggir jalan. Anak kita di
rumah juga minta dibelikan mainan. Keduanya sama-sama meminta, tetapi
ada bedanya. Anak jalanan itu datang hanya untuk meminta. Setelah
kita memberinya uang, ia berterima kasih lalu pergi. Anak itu tidak
ada hubungan pribadi dengan kita. Sedangkan anak kita di rumah datang
kepada kita bukan melulu untuk meminta. Kadang ia juga datang untuk
mengobrol atau duduk di pangkuan kita. Merasakan kehadiran kita.
Banyak orang mengikuti anjuran Yesus, "Mintalah, maka akan diberikan
kepadamu." Doa mereka berisi pelbagai permintaan. Hanya itu. Mereka
lupa bahwa anjuran "mintalah" ini berlaku hanya jika ada hubungan
akrab antara si peminta dengan orang yang dimintai. Yesus memakai
perumpamaan tentang seseorang yang meminta roti kepada sahabat
karibnya (ayat 7,8), lalu menggambarkan permintaan seorang anak pada
bapanya (ayat 11-13). Dalam kedua kasus ini, permintaan itu dipenuhi
karena adanya hubungan akrab yang penuh kasih. Dari hubungan itu
muncul saling pengertian. Seandainya permintaan itu tidak dipenuhi,
si peminta tidak akan kecewa, sebab ia tahu sahabat atau bapanya
pasti mengupayakan yang terbaik baginya.
Mari periksa kembali kehidupan doa kita. Apakah kita berdoa hanya
jika ingin meminta sesuatu? Apakah doa kita hanya berisi daftar
permintaan, tetapi miskin pujian dan percakapan dari hati ke hati
dengan Tuhan? Ketika datang pada Tuhan, kita datang sebagai anak,
bukan sebagai pengemis. Maka, mintalah, tetapi jangan sebagai
peminta-minta --JTI
JANGAN HANYA MENCARI BERKAT
LEBIH PENTING MENCARI SANG PEMBERI BERKAT
Senin, 03 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)